Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 19 Februari 2026

Akselerasi Pembangunan Infrastruktur, Pemkot Cirebon Serius Garap Skema KPBU untuk Penataan Cahaya Kota

CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon menegaskan bahwa skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) bukan sekadar alternatif pendanaan, melainkan instrumen vital untuk percepatan pembangunan daerah. 

Melalui skema ini, risiko pembangunan dapat dibagi secara proporsional antara pemerintah dan swasta, meningkatkan efisiensi pembiayaan, serta menjamin kualitas layanan publik yang lebih baik dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Hal tersebut menjadi pembahasan penting dalam kegiatan Capacity Building KPBU untuk penyediaan Alat Penerangan Jalan (APJ) yang digelar di aula Bappelitbangda Kota Cirebon, Kamis (19/2/2026). 

Forum ini menjadi langkah konkret Pemkot Cirebon dalam membedah potensi kolaborasi investasi untuk menerangi setiap sudut kota tanpa harus terbebani oleh keterbatasan APBD secara langsung.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menekankan bahwa di tengah keterbatasan fiskal daerah, pemerintah tidak boleh terjebak dalam pola pikir konvensional yang berujung pada stagnasi. 

Ia menginstruksikan seluruh jajaran agar serius dan memiliki target yang jelas dalam mengimplementasikan skema ini. Apalagi, rencana ini diperkuat dengan studi banding yang telah dilakukan ke daerah lain yang sukses menerapkan hal serupa, seperti Kabupaten Madiun.

"Sistem KPBU ini harus segera kita wujudkan. Kita tidak boleh setengah-setengah. Dengan skema ini, volume PJU yang bisa kita pasang akan jauh lebih banyak dibandingkan hanya mengandalkan anggaran rutin. Saya minta seluruh pihak mendengarkan dengan seksama dalam kegiatan ini agar terwujud dengan baik,” ujar Wali Kota dalam arahannya.

Mengingat kegiatan ini bertepatan dengan momen awal Ramadan, Wali Kota juga mengajak jajarannya untuk memaknai langkah strategis ini sebagai bagian dari ibadah dan amanah kepada rakyat. 

Menurutnya, visi besar untuk menghadirkan kesejahteraan merata dan tata kota yang modern hanya bisa tercapai jika eksekutif dan legislatif berjalan beriringan dalam mendukung kebijakan yang inovatif.

"Keberhasilan KPBU sangat ditentukan oleh keselarasan antara eksekutif dan legislatif. Dukungan kebijakan dan pengawasan yang konstruktif dari DPRD akan menjadi fondasi kokoh. Kita ingin menarik mitra badan usaha yang kredibel, maka proyek yang kita tawarkan pun harus credible, feasible, dan bankable. Artinya, dokumen dan regulasi kita harus siap dan pasti," tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Bappelitbangda Kota Cirebon, Agus Herdiyana, mengungkapkan bahwa pemilihan proyek PJU sebagai pilot project KPBU memiliki nilai simbolis yang kuat. Baginya, penerangan jalan bukan sekadar urusan fisik infrastruktur, melainkan bentuk kehadiran negara dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga di malam hari.

"PJU adalah simbol hadirnya pemerintah. KPBU ini menjadi instrumen strategis sekaligus solusi kebijakan agar layanan berkualitas tetap bisa dinikmati warga Cirebon meski anggaran terbatas. Kami berharap forum capacity building ini memberikan peta jalan yang jelas bagi percepatan pembangunan di kota kita," kata Agus.

Dukungan penuh juga datang dari pusat. Plt. Direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII), Andre Permana yang hadir secara daring menyampaikan bahwa skema KPBU untuk sektor penerangan jalan saat ini memang tengah populer dan terbukti efektif di berbagai daerah. Ia mengapresiasi keberanian Kota Cirebon dalam memulai langkah strategis ini.

"Ini adalah titik awal yang menunjukkan komitmen kuat dari Pemkot Cirebon. Kami di PT PII siap mendukung setiap tahapan prosesnya, mulai dari perencanaan, penyiapan dokumen, hingga nanti pada tahap pelaksanaan. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan iklim investasi infrastruktur yang sehat di daerah," ujar Andre. (din)



Wali Kota Tinjau Penataan Kabel Telekomunikasi, Prioritaskan Keamanan dan Estetika Kota

CIREBON - Wali Kota Cirebon, Effendi Edo meninjau langsung penataan kabel telekomunikasi sebagai langkah awal merapikan wajah kota. 

Bagi Wali Kota, keselamatan warga dan keindahan tata ruang bukan sekadar target pembangunan, melainkan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan hadir di lapangan, memastikan setiap proses berjalan tertib, aman, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Didampingi jajaran Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon dan perangkat daerah terkait serta perwakilan operator, Wali Kota menegaskan bahwa penataan kabel ini akan berlangsung secara bertahap selama beberapa bulan ke depan. 

"Karena hari ini bertepatan dengan awal puasa, ini juga menjadi awal untuk perapihan kabel di Kota Cirebon. Insyaallah, mulai hari ini dan beberapa bulan ke depan, kita targetkan kurang lebih satu kilometer per hari saat pelaksanaan," ujar Wali Kota, Kamis (19/2/2026).

Ia menjelaskan, pekerjaan perapihan akan dilakukan satu minggu sekali, dengan capaian sekitar 1 hingga 1,5 kilometer dalam satu hari kerja, mulai pagi hingga siang. Pada tahap awal, terdapat sembilan ruas jalan yang menjadi prioritas untuk dirapikan. Secara keseluruhan, panjang kabel yang akan ditata pada tahap awal ini diperkirakan mencapai kurang lebih 15 kilometer di wilayah Kota Cirebon.

Wali Kota menjelaskan, fokus utama saat ini adalah perapihan kabel yang semrawut di atas permukaan. Setelah itu, Pemerintah Kota akan menyiapkan infrastruktur ducting sebagai jalur kabel bawah tanah. 

"Pemotongan kabel dilakukan manakala infrastruktur untuk pemindahan kabel di bawah tanah sudah siap. Jadi kita rapikan dulu, siapkan ducting, baru kemudian kabel yang di atas dipotong dan dipindahkan ke bawah," jelasnya.

Wali Kota juga menekankan bahwa langkah ini telah melalui kajian dan studi banding ke sejumlah daerah yang lebih dahulu melaksanakan penataan serupa. 

"Kami sudah berkunjung ke Kota Bandung dan Kota Bogor. Alhamdulillah, tidak ada keluhan terkait gangguan jaringan internet di rumah-rumah warga. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir," tegasnya.

Saat ini, tercatat kurang lebih 18 operator telekomunikasi yang beroperasi di Kota Cirebon, meskipun tidak semua ruas jalan dilintasi jumlah operator yang sama. Penataan dilakukan secara terkoordinasi agar tidak menimbulkan gangguan layanan. 

"Yang jelas, ke depan di Kota Cirebon tidak ada lagi kabel-kabel yang semrawut seperti yang terlihat sekarang," imbuhnya.

Pelaksanaan teknis perapihan kabel dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL). Ketua Korwil APJATEL Jawa Barat, Yudiana Arifin, menyampaikan bahwa agenda hari ini merupakan tindak lanjut atas arahan Wali Kota yang didisposisikan melalui perangkat daerah terkait untuk penataan jangka pendek.

“Hari ini kita mulai penataan perapihan kurang lebih satu kilometer dalam satu hari. Ke depan, setiap hari Kamis kita efektifkan penataan, dan ini menjadi kewajiban seluruh operator. Kurang lebih ada 18 operator yang terdata dan wajib mengikuti penataan di Kota Cirebon,” jelas Yudiana.

Terkait rencana relokasi kabel ke bawah tanah, Yudiana menegaskan bahwa prosesnya akan melalui tahapan, termasuk penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama. Secara teknis, ducting akan dibangun terlebih dahulu. 

"Kita pakai kabel yang baru, yang kabel existing sudah tidak bisa dipakai. Setelah sistem bawah tanah terbangun, baru kabel yang di atas dipotong," terangnya.

Ia juga memastikan bahwa seluruh pembiayaan relokasi menjadi tanggung jawab operator tanpa menggunakan APBD. "Ini tanpa APBD. Semua didorong oleh operator, dan memang menjadi kewajiban kami. Demi estetika dan keamanan kota, jika ada arahan dari pemerintah daerah, kami harus bersedia dan melaksanakan," tegasnya.

Menjawab kekhawatiran masyarakat mengenai kabel yang menjuntai atau putus, Yudiana menambahkan bahwa kabel fiber optik tidak mengandung aliran listrik sehingga relatif aman. "Kalau kabel fiber optik tidak ada setrumnya, berbeda dengan kabel listrik. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir," pungkasnya. (dim)

Rabu, 18 Februari 2026

Sambut Bulan Suci Ramadhan, Keraton Kasepuhan Cirebon Gelar Tradisi Drugdag

CIREBON – Tradisi Drugdag kembali digelar oleh Keraton Kasepuhan Cirebon dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Tradisi tahunan ini ditandai dengan pemukulan bedug sebagai simbol pemberitahuan sekaligus ungkapan kegembiraan umat Islam menyongsong bulan penuh berkah dan ampunan.

Patih Sepuh Keraton Kasepuhan Cirebon, PR Goemelar Soeryadiningrat, menyampaikan bahwa bulan Ramadan disambut dengan rasa syukur dan suka cita oleh seluruh keluarga besar keraton maupun masyarakat.

“Kita sebagai umat Muslim menyambut dengan penuh gembira datangnya bulan suci, bulan yang penuh berkah dan ampunan. Di Keraton Kasepuhan ada karakteristik memukul bedug sebagai penanda. Kemarin juga ada masyarakat yang menyambut dengan pawai obor keliling bersama-sama, menandakan kita menyambut dengan sukacita,” ujarnya.

Ia menambahkan, selama Ramadan pihak keraton secara rutin menggelar kegiatan keagamaan seperti tadarus Al-Qur’an dan salat tarawih di Langgar Alit hingga akhir bulan puasa.

“Alhamdulillah setiap bulan puasa kita mengadakan tadarusan atau mengaji setelah salat tarawih di Langgar Alit sampai selesai hingga akhir Ramadan,” tambahnya.

Sementara itu, Penghulu Masjid Agung Sang Ciptarasa, KH Jumhur, menjelaskan bahwa pemukulan bedug dalam tradisi Drugdag memiliki makna filosofis yang mendalam.

“Pertama, pemukulan bedug itu sebagai pemberitahuan kepada masyarakat bahwa esok hari mulai melaksanakan ibadah puasa. Mengapa dilakukan saat waktu Asar? Karena dalam penanggalan Hijriah, pergantian tanggal dimulai sejak terbenamnya matahari. Jadi ketika matahari terbenam, itulah masuk tanggal satu Ramadan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa penetapan awal puasa tetap berlandaskan ajaran Rasulullah SAW, yakni dengan melihat hilal.

“Kita mengikuti apa yang disampaikan Rasul, berpuasalah ketika melihat hilal dan berhari raya ketika melihatnya. Di keraton, semuanya berlandaskan Al-Qur’an dan ajaran Rasulullah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, KH Jumhur memaparkan filosofi irama tabuhan bedug yang terdiri dari tiga bagian. Tabuhan pertama melambangkan kalimat tauhid Laa ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah. Tabuhan kedua dimaknai dengan seruan Allah, Allah, Allah. Sedangkan tabuhan ketiga mengandung makna tasbih dan ketakwaan, seperti kalimat Subhanallah dan Alhamdulillah.

Tradisi Drugdag tidak hanya menjadi simbol religius, tetapi juga menjadi warisan budaya yang mempererat ukhuwah Islamiyah serta memperkuat identitas spiritual masyarakat Cirebon dalam menyambut Ramadan setiap tahunnya.

Hidupkan Ekonomi Lokal, Jalan Siliwangi Jadi Etalase UMKM Selama Ramadan

CIREBON – Memasuki bulan suci Ramadan 1447 H, Pemerintah Kota Cirebon tidak sekadar merayakan tradisi, melainkan menjadikannya momentum bagi para pelaku usaha kecil dan menengah. 

Melalui Festival Ramadan yang dipusatkan di sepanjang Jalan Siliwangi, Pemkot Cirebon berupaya memberikan ruang yang representatif bagi ratusan pelaku UMKM untuk menjajakan produk unggulan mereka, sekaligus menghidupkan geliat ekonomi kerakyatan di jantung kota.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo menegaskan bahwa persiapan teknis telah mencapai tahap final. Dalam rapat koordinasi bersama seluruh perangkat daerah dan Forkopimda dipastikan bahwa ekosistem niaga selama Ramadan ini sudah siap dijalankan, bertepatan dengan hari pertama puasa sesuai ketetapan pemerintah.

"Alhamdulillah, hari ini kami sudah merapatkan semuanya bersama SKPD dan Forkopimda untuk pembahasan lebih rinci. Semuanya sudah clear, tinggal pelaksanaan saja besok. Kami ingin memastikan Ramadan tahun ini menjadi berkah, tidak hanya bagi mereka yang beribadah, tapi juga bagi para pedagang yang mencari nafkah," ujar Wali Kota usai memimpin rapat koordinasi implementasi Festival Ramadan 1447 Hijriah  di Ruang Prabayaksa Balai Kota, Rabu (18/2/2026).

Tahun ini, sebanyak 498 lapak pedagang telah terdata dan siap mengisi tenda-tenda di sepanjang Jalan Siliwangi. Kehadiran para pedagang diharapkan mampu memecah kerumunan pembeli karena variasi produk yang ditawarkan sangat beragam. 

Wali Kota berpesan agar masyarakat tidak hanya terpaku pada satu titik tertentu, mengingat kualitas produk UMKM yang ada saat ini sudah sangat merata dan kompetitif.

"Saya berharap para pedagang di Jalan Siliwangi bisa menjaga lima hal utama, ketertiban, kebersamaan, keamanan, kebersihan, dan kenyamanan lingkungan. Untuk pembeli, jangan sampai berebut. Ada 498 pedagang yang kita tampung dengan variasi makanan yang sangat banyak. Semua masakan saudara-saudara kita ini enak-enak semua," tambahnya.

Salah satu poin penting yang ditekankan adalah larangan belanja dengan sistem drive-thru atau berhenti di bahu jalan menggunakan kendaraan. 

Wali Kota mengimbau pembeli untuk memarkirkan kendaraannya di kantong parkir yang telah disediakan dan berjalan kaki menuju area tenda UMKM. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi penyumbatan arus kendaraan yang sering menjadi keluhan warga.

"Kami sudah siapkan kantong parkir yang luas, termasuk di area Balai Kota, gedung DPRD, Bank BJB, hingga area Gedung Setda. Ada petugas announcer dari Dishub dan Satpol PP yang akan terus mengingatkan para pembeli. Jadi, pembeli silakan parkir di tempat yang tersedia, lalu jalan santai menikmati suasana festival. Tidak boleh ada parkir di depan tenan," tegasnya.

Senada dengan Wali Kota, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, Iing Daiman, menjelaskan bahwa Festival Ramadan ini adalah wadah strategis untuk meningkatkan pendapatan UMKM. 

Menurutnya, pemerintah berkomitmen menyediakan fasilitas yang lebih tertata agar pengalaman berbelanja masyarakat lebih menyenangkan.

"Komitmen kami adalah menyediakan fasilitas yang memadai dan tertata baik. Festival ini bukan sekadar tempat berjualan, tapi penggerak ekonomi lokal. Produknya lengkap, mulai dari kuliner takjil tradisional, makanan siap saji, hingga busana muslim. Bahkan, kami juga menghadirkan layanan publik seperti Samsat dan BJB Night agar masyarakat bisa mengurus administrasi sambil ngabuburit," jelas Iing.

Guna menjaga kelancaran arus lalu lintas, Pemkot Cirebon memutuskan untuk tidak melakukan penutupan total di Jalan Siliwangi. Namun, skenario rekayasa lalu lintas telah disiapkan jika terjadi lonjakan pengunjung yang signifikan. 

Petugas dari Dishub dan Satpol PP akan dikerahkan untuk memastikan fungsi jalan tetap berjalan sebagaimana mestinya tanpa mengganggu aktivitas perniagaan. Festival Ramadan ini direncanakan akan beroperasi setiap hari mulai pukul 15.00 WIB hingga waktu sahur pukul 04.00 WIB. 

"Dengan pengaturan yang lebih rapi dan dukungan fasilitas yang lengkap, kami berharap Festival Ramadan 1447 H ini menjadi model percontohan tradisi keagamaan dan pemberdayaan ekonomi UMKM dapat berjalan beriringan dengan harmonis," pungkasnya. (in)

Selasa, 17 Februari 2026

Pemkot Cirebon Dukung Pembentukan Formula, Perkuat Sinergi Ulama dan Umara

CIREBON - Pemerintah Kota Cirebon mendukung penuh terhadap penguatan peran ulama dalam struktur sosial kemasyarakatan. Hal ini dibuktikan dengan sambutan hangat jajaran pemerintah kota atas terbentuknya Forum Musyawarah Ulama (Formula) Se-Cirebon Raya. 

Bagi Pemerintah Kota Cirebon, keberadaan forum ini bukan sekadar wadah berkumpulnya para tokoh agama, melainkan mitra strategis dalam merumuskan kebijakan publik yang memiliki landasan moral dan etika yang kuat. 

Dukungan ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang harmonis antara umara dan ulama demi kemajuan daerah yang lebih terukur dan berkah.

Langkah konkret dukungan tersebut terlihat dalam agenda Silaturahim Ulama dan Pembentukan Formula Se-Cirebon Raya yang digelar di Resto Bandar Djakarta Cirebon, Senin (16/2/2026). Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, hadir langsung untuk memberikan apresiasi setinggi-tingginya. 

Menurutnya, pemerintah sangat menyadari bahwa pembangunan fisik yang megah tidak akan berarti banyak jika tidak dibarengi dengan bimbingan moral dari para kyai dan alim ulama.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota mengungkapkan bahwa Formula merupakan momentum penting bagi pemerintah untuk kembali duduk dan mendengarkan arah pandang para pemuka agama. 

"Dalam tradisi luhur Cirebon, sinergi antara Ulama dan Umara adalah fondasi utama pembangunan. Kami menyadari sepenuhnya bahwa kebijakan publik yang kami jalankan tidak akan memiliki ruh jika tidak mendapatkan bimbingan moral dari para kyai dan alim ulama," tegasnya di hadapan para tokoh agama yang hadir.

Ia menambahkan bahwa di tengah persimpangan zaman, kemajuan teknologi terkadang melampaui kesiapan mental masyarakat. Kehadiran Formula diharapkan mampu mengintegrasikan nilai-nilai spiritual ke dalam akselerasi pembangunan, sehingga modernisasi yang terjadi di Kota Cirebon tetap berjalan di atas rel etika dan nilai-nilai luhur keagamaan.

Lebih jauh, Wakil Wali Kota juga menyoroti isu-isu mendesak seperti kelestarian lingkungan dan transformasi ekonomi. Ia berharap para ulama melalui Formula dapat memberikan perspektif fikih lingkungan untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat pesisir. 

"Kami memerlukan tuntunan ulama agar transisi ekonomi ini tidak meninggalkan mereka yang lemah, namun justru menjadi sarana pemberdayaan ekonomi umat berbasis ekosistem syariah yang berkeadilan," tuturnya.

Pemerintah Kota Cirebon juga menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Di hadapan para Masyayikh, Wakil Wali Kota menitipkan harapan agar Formula memberikan Taujihat mengenai etika ruang siber. 

Ia meyakini bahwa ilmu pengetahuan tanpa kontrol etis akan menimbulkan kerawanan sosial, dan Formula hadir sebagai oase kejernihan berpikir di tengah arus perubahan tersebut.

Komitmen Pemkot Cirebon untuk menjadi "murid" yang senantiasa belajar dari fatwa ulama pun ditegaskan. Wakil Wali Kota menyatakan bahwa visi pembangunan kota mustahil tercapai tanpa keterlibatan aktif ulama sebagai kompas moral. 

"Kami berharap forum ini melahirkan rujukan nyata untuk menanggulangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas pendidikan melalui revitalisasi pesantren serta literasi agama yang moderat," harapnya.

Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Presiden RI ke-13, Ma’ruf Amin, yang memberikan bobot lebih pada deklarasi forum ini. Dalam keterangan tertulisnya, Ia menyampaikan rasa syukurnya atas lahirnya Formula sebagai wadah kesadaran kolektif untuk menyatukan gerakan (tauhidul harakah), menyamakan persepsi (tauhidul a’ra), serta menyatukan barisan (tauhidul shuhuf) dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

"Semoga dengan hadirnya Formula se-Cirebon Raya mampu menjawab permasalahan umat. Saatnya ulama membangun konektivitas dan bersinergi dalam syiar Islam dan merawat kebangsaan," pesan Ma’ruf Amin.

Pertemuan ini ditutup dengan sesi musyawarah pertama yang membahas langkah strategis organisasi ke depan. Pemerintah Kota Cirebon memastikan akan terus membuka ruang dialog yang seluas-luasnya bagi Formula untuk ikut serta dalam proses pengambilan keputusan strategis daerah demi kemaslahatan masyarakat banyak. (Ara)



Minggu, 15 Februari 2026

Dua Perguruan Tinggi Buntet Pesantren Siap Bertransformasi Menjadi Institut

CIREBON, FC – Dua perguruan tinggi di lingkungan Buntet Pesantren menyatakan kesiapan untuk bertransformasi menjadi institut. Komitmen tersebut disampaikan oleh Dr. Mariyah Ulfah, M.E.Sy selaku Ketua Bidang I yang membawahi Pendidikan Tinggi, Riset, Pengembangan, Badan Harian Pembina Perguruan Tinggi, dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) YLPI Buntet Pesantren, saat membuka kegiatan Ngaji Bareng Gen-Z: Perempuan dalam Fiqh Islam: Dimuliakan Martabatnya, Diberi Ruang Perannya” yang diselenggarakan oleh BEM PTNU se-Nusantara di Akper Buntet Pesantren (15/2/2026).

Dalam sambutannya, Mariyah Ulfah menegaskan bahwa transformasi kelembagaan menjadi institut merupakan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola, memperluas cakupan keilmuan, serta meningkatkan daya saing lulusan di tingkat nasional dan global.

Dua perguruan tinggi yang dimaksud adalah STIT Buntet Pesantren dan AKPER Buntet Pesantren, yang selama ini telah berkontribusi dalam pengembangan pendidikan tinggi berbasis nilai-nilai pesantren.

“Transformasi ini bukan sekadar perubahan nama, tetapi perubahan paradigma menuju institusi yang lebih integratif, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan zaman. Kami ingin memperluas rumpun keilmuan tanpa meninggalkan khazanah turats dan tradisi pesantren,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa proses menuju institut telah dipersiapkan melalui penguatan sumber daya manusia, peningkatan kualitas riset dan publikasi ilmiah, pengembangan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), serta optimalisasi kerjasama dan jejaring luar negeri.

Lebih lanjut beliau menyatakan bahwa tahapan pengusulan alih bentuk sudah dilakukan dan sedang tahap evaluasi di tingkat kementerian dan badan terkait.

Momentum penyampaian komitmen tersebut dinilai sangat relevan dengan tema kegiatan yang mengangkat peran perempuan dalam fiqh Islam. Menurut Mariyah, perguruan tinggi pesantren harus menjadi ruang yang inklusif, memberikan kesempatan setara bagi perempuan untuk berkembang dalam bidang akademik, kepemimpinan, maupun pengabdian masyarakat.

Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa BEM PTNU se-Nusantara tersebut berlangsung dengan penuh antusiasme. Diskusi yang mengangkat isu-isu keislaman kontemporer sekaligus menjadi ruang refleksi bagi generasi muda dalam memaknai peran strategis perempuan dalam perspektif fiqh dan sosial kemasyarakatan.

Dengan semangat transformasi ini, Buntet Pesantren diharapkan semakin mengukuhkan diri sebagai pusat pendidikan tinggi Islam yang berakar pada tradisi, namun mampu menjawab tantangan modernitas. Perubahan menuju institut diyakini akan memperluas kontribusi akademik dan sosial, sekaligus memperkuat posisi Buntet Pesantren dalam peta pendidikan tinggi keislaman di Indonesia. (din)

BEM PTNU Se-Nusantara Gelar “Ngaji Bareng Gen-Z: Perempuan dalam Fiqh Islam di Buntet Pesantren

 

CIREBON, FC Lembaga Studi Gender dan Fiqh Perempuan BEM PTNU se-Nusantara menyelenggarakan kegiatan bertajuk Ngaji Bareng Gen-Z: Perempuan dalam Fiqh Islam: Dimuliakan Martabatnya, Diberi Ruang Perannya. Kegiatan ini menjadi ruang dialog ilmiah bagi mahasiswa PTNU dari berbagai daerah untuk mengkaji isu perempuan dalam perspektif fiqh Islam secara komprehensif dan kontekstual.

Acara secara resmi dibuka oleh Dr. Mariyah Ulfah, M.E.Sy Ketua Bidang I yang membawahi Pendidikan Tinggi, Riset, Pengembangan, Badan Pembina Harian Perguruan Tinggi, dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) YLPI Buntet Pesantren memberikan sambutan sekaligus secara resmi membuka kegiatan "Ngaji Bareng Gen-Z: Perempuan dalam Fiqh Islam: Dimuliakan Martabatnya, Diberi Ruang Perannya*

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Studi Gender dan Fiqh Perempuan BEM PTNU se-Nusantara dan bertempat di Aula AKPER Buntet Pesantren pada Minggu (15/2/2026). 

Acara tersebut dihadiri oleh mahasiswa PTNU dari berbagai daerah, akademisi, Direktur AKPER Buntet Pesantren selaku tuan rumah,  perwakilan Bupati Cirebon, Kapolres Kabupaten Cirebon, Kapolresta Cirebon Kota, Komisi Pemilihan Umum, serta pegiat kajian gender dan fiqh perempuan, dan masyarakat umum.

Dalam sambutannya, Dr. Mariyah Ulfah menegaskan pentingnya ruang dialog keislaman yang inklusif dan kontekstual bagi generasi Z, khususnya dalam memahami posisi perempuan dalam fiqh Islam. Menurutnya, Islam telah meletakkan fondasi kemuliaan perempuan, namun perlu terus dikaji dan diaktualisasikan agar selaras dengan dinamika zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai syariah.

“Perempuan dalam Islam bukan hanya dimuliakan martabatnya, tetapi juga diberi ruang peran strategis dalam pendidikan, sosial, ekonomi, dan kepemimpinan. Tugas kita adalah memastikan ruang itu benar-benar terwujud melalui pendidikan dan penguatan literasi keislaman,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, beliau juga memohon doa dari seluruh hadirin untuk kesembuhan sesepuh Pondok Buntet Pesantren, KH. Adib Rofiuddin Izza, yang saat ini tengah menjalani pemulihan di salah satu rumah sakit di Jakarta. Doa bersama pun dipanjatkan agar beliau segera diberikan kesehatan dan dapat kembali membimbing umat.

Selain itu, Dr. Mariyah Ulfah menyampaikan amanah salam dan apresiasi setinggi-tingginya dari KH. Aris Ni'matulloh selaku Ketua Umum YLPI Buntet Pesantren kepada seluruh panitia dan peserta. Pada waktu yang sama, beliau harus bertolak ke Jakarta untuk menjalankan agenda penting lainnya.

Dalam pemaparannya, Dr. Mariyah Ulfah juga menyampaikan progres perkembangan perguruan tinggi di lingkungan Buntet Pesantren. Saat ini terdapat dua perguruan tinggi yang terus menunjukkan kemajuan signifikan, yaitu AKPER Buntet Pesantren dan STIT Buntet Pesantren.

Keduanya tengah berproses menuju transformasi kelembagaan menjadi institut sebagai bagian dari penguatan tata kelola, peningkatan mutu akademik, serta perluasan kontribusi keilmuan di tingkat nasional dan global.

Transformasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat posisi Buntet Pesantren sebagai pusat pendidikan pesantren yang adaptif terhadap perkembangan zaman, tetapi juga sebagai episentrum pengembangan keilmuan Islam yang responsif terhadap isu-isu strategis, termasuk penguatan peran perempuan dalam perspektif fiqh dan keadilan sosial.

Kegiatan ini dibuka dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Dr. Mariyah Ulfah dan diserahkan kepada Achmad Baha'ur Rifqi selaku Presidium BEM-PTNU Se-Nusantara. 

Menghadirkan narasumber Maimunah, M.Hum selaku aktivis dan peneliti gender dalam Islam dan Ivana Amelia selaku content creator yang memberikan informasi keadilan gender.

Kegiatan “Ngaji Bareng Gen-Z” berlangsung dengan penuh antusiasme dan diskusi interaktif, mencerminkan semangat generasi muda dalam menggali khazanah keislaman yang rahmatan lil ‘alamin sekaligus relevan dengan tantangan kontemporer. (din)

Sabtu, 14 Februari 2026

Bupati Imron Pantau Harga, Siapkan Operasi Pasar

 

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon Imron memastikan pemerintah daerah bersama jajaran kepolisian, terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan 1447 Hijriah guna menjaga stabilitas dan daya beli masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Bupati Imron usai peninjauan di Pasar Sumber dan Pasalaran, Kabupaten Cirebon, Jumat (13/2/2026).

Imron mengatakan sejumlah komoditas mulai mengalami kenaikan harga, di antaranya telur ayam, daging ayam, dan cabai, terutama cabai rawit atau yang dikenal sebagai cabai setan.

“Beberapa kebutuhan pokok memang ada kenaikan, seperti telur, ayam, dan cabai. Yang paling tinggi itu cabai setan,” katanya.

Ia menyebutkan kenaikan harga saat ini masih dalam batas kewajaran, berkisar antara Rp1.000 hingga Rp2.000 per kilogram untuk sejumlah komoditas.

Meski demikian, Pemkab Cirebon bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) akan terus melakukan pengawasan agar lonjakan harga tidak terlalu tinggi menjelang bulan puasa.

Imron menegaskan, apabila terjadi kenaikan signifikan yang memberatkan masyarakat, pemerintah daerah siap menggelar operasi pasar sebagai langkah intervensi.

“Kalau memang nanti terlalu tinggi, kami bersama Pak Kapolres akan mengadakan operasi pasar,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemantauan dilakukan secara berkala untuk memastikan kondisi harga tetap stabil dan tidak terjadi gejolak yang berlebihan di tingkat pedagang.

Sementara itu, Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama mengatakan, pihaknya melakukan monitoring menyeluruh terhadap distribusi bahan pokok, mulai dari supplier hingga petani dan peternak.

“Kami memantau perkembangan ke supplier, petani, dan peternak ayam maupun telur, sehingga bisa ditemukan harga terbaik untuk masyarakat,” kata Imara.

Menurut dia, kenaikan harga menjelang Ramadan merupakan pola tahunan. Biasanya harga akan kembali stabil atau menurun setelah bulan puasa berjalan, sebelum kembali berpotensi naik menjelang Idulfitri.

Imara memastikan jajarannya juga mengantisipasi kemungkinan penimbunan barang dengan mengerahkan tim untuk melakukan pengawasan di lapangan.

“Sejauh ini belum ditemukan adanya penimbunan. Namun jika ada informasi dari masyarakat, silakan disampaikan dan akan kami tindak lanjuti,” pungkasnya. (dim)










Jumat, 13 Februari 2026

Belajar dari Kabupaten Madiun, Pemkot Cirebon Adopsi Skema KPBU untuk Penerangan Jalan

MADIUN – Pemerintah Kota Cirebon melakukan kunjungan kerja strategis ke Kabupaten Madiun pada Kamis (12/2/2026). Dipimpin langsung Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, kunjungan kerja ini untuk mendalami skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dalam pengadaan Alat Penerangan Jalan (APJ), sebuah terobosan yang dinilai sukses menjadikan Madiun sebagai pelopor penerangan jalan efisien di Indonesia.

Wali Kota menyatakan bahwa langkah studi tiru ini merupakan upaya serius pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan warga. Menurutnya, keterbatasan APBD tidak boleh menjadi penghambat bagi pelayanan publik. Dengan mempelajari keberhasilan Madiun yang telah memulai skema KPBU sejak September 2022, Kota Cirebon optimistis bisa menghadirkan cahaya di setiap sudut jalan tanpa membebani keuangan daerah secara drastis.

“Kami datang ke sini untuk belajar, Kabupaten Madiun adalah yang pertama di Indonesia yang sukses mengeksekusi proses KPBU APJ ini. Semangatnya adalah kolaborasi, sebagaimana arahan Bapak Presiden agar kepala daerah saling bahu-membahu dan menolong dalam membangun wilayahnya,” ujar Wali Kota

Wali Kota memboyong jajaran lengkap jajaran perangkat daerah, mulai dari Pj Sekda, Dishub, Bappelitbangda, hingga unsur Inspektorat. Hal ini dilakukan agar pemahaman mengenai aspek hukum, keuangan, dan teknis infrastruktur dapat diserap secara menyeluruh oleh seluruh pemangku kepentingan.

Selain masalah lampu jalan, Pemkot Cirebon juga menunjukkan ketertarikan untuk mengadopsi sistem serupa pada sektor pengelolaan sampah dan infrastruktur lainnya. Wali Kota berharap, sinergi antara eksekutif dan legislatif setelah dari Madiun dapat segera membuahkan progres nyata. “Matur suwun atas sambutan hangat Bapak Bupati Madiun. Kami ingin apa yang dihasilkan dari sini segera dieksekusi, kalau bisa tahun ini juga sudah ada progres signifikan untuk Kota Cirebon,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menyambut baik niat tulus jajaran Pemerintah Kota Cirebon. Ia memaparkan bahwa hingga saat ini, kolaborasi dengan badan usaha telah mencakup 7.459 titik lampu. Hasilnya pun sangat terasa pada efisiensi anggaran, biaya operasional listrik yang semula mencapai Rp13–14 miliar per tahun, kini terpangkas hingga 50 persen menjadi hanya Rp6–7 miliar berkat penggunaan teknologi LED.

“Selain efisiensi fiskal, skema ini memberikan jaminan kualitas layanan selama 10 tahun. Pihak swasta wajib memastikan lampu menyala, dan jika ada kerusakan, harus diperbaiki maksimal dalam waktu 24 jam. Ini adalah bentuk kepastian layanan bagi masyarakat,” jelas Hari.

Lebih lanjut, Hari menekankan bahwa dampak dari jalanan yang terang benderang merembet ke sektor ekonomi dan keamanan. Ia menceritakan bagaimana geliat ekonomi malam hari meningkat karena pedagang merasa aman berjualan hingga pukul 21.00 WIB, yang sebelumnya hanya sampai sore hari. Kondisi wilayah yang terang dan kondusif secara otomatis meningkatkan daya tarik bagi para investor.

“Investor itu butuh keamanan. Murah saja tidak cukup kalau tidak aman. Dengan terciptanya kondisi wilayah yang terang benderang, risiko gangguan keamanan berkurang dan iklim investasi pun tumbuh positif. Inilah yang kami tawarkan melalui komitmen pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat,” tegas Bupati Madiun.

Untuk diketahui, Proyek KPBU APJ Kabupaten Madiun telah diakui secara nasional dengan meraih berbagai penghargaan dari Kementerian Perhubungan, Bappenas, hingga Kementerian PUPR, menjadikannya model percontohan nasional bagi daerah lain yang ingin melakukan percepatan pembangunan infrastruktur secara mandiri dan berkelanjutan. (din)



Tingkatkan Kemampuan Membaca, Pemkab Cirebon dan INOVASI Gelar Lokakarya untuk Guru SD

 

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Pendidikan bersama INOVASI kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan literasi dasar dengan menyelenggarakan Lokakarya Praktik Perencanaan Pembelajaran Berdiferensiasi dan Teaching at the Right Level (TaRL) untuk Kemampuan Membaca bagi guru Sekolah Dasar. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Batiqa Cirebon, Kamis (12/2/2026).

Lokakarya diikuti oleh 24 peserta yang terdiri dari perwakilan guru kelas 1, 2, dan 3 serta Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) dari enam kecamatan, yakni Astanajapura, Gegesik, Losari, Pabedilan, Panguragan, dan Mundu.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh hasil asesmen kemampuan membaca siswa di enam kecamatan tersebut yang menunjukkan adanya variasi tingkat kemampuan dalam satu kelas, mulai dari level pengenalan huruf, suku kata, kata, paragraf, hingga cerita.

Kondisi ini menuntut guru untuk mampu merancang pembelajaran yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan belajar setiap siswa.

Melalui pendekatan Pembelajaran Berdiferensiasi, guru didorong untuk menyesuaikan strategi, proses, serta asesmen pembelajaran berdasarkan karakteristik dan tingkat kemampuan siswa.

Peserta juga diperkenalkan dengan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL), yaitu strategi intervensi pembelajaran membaca yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan aktual siswa, termasuk pemberian dukungan tambahan di luar jam pembelajaran reguler.

Koordinator Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Nano Sutarno, menegaskan pentingnya kolaborasi tersebut dalam memperkuat kapasitas guru.

“Dinas Pendidikan memandang kemitraan bersama INOVASI ini sebagai langkah krusial dalam meningkatkan kompetensi guru sekaligus menguatkan ekosistem pendidikan di Kabupaten Cirebon,” ujar Nano.

Ia berharap para peserta dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh secara konsisten di sekolah masing-masing untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas awal.

Selain itu, peserta juga diharapkan menjadi agen perubahan dengan mendiseminasikan praktik baik kepada rekan sejawat di tingkat sekolah maupun kecamatan.

Lokakarya dirancang secara aplikatif dan berbasis praktik. Peserta melakukan analisis dan revisi RPP, menyusun skenario pembelajaran yang berfokus pada peningkatan kemampuan membaca, hingga melakukan simulasi peer teaching.

Pada sesi penguatan, fasilitator memperkenalkan strategi TaRL berdasarkan level membaca siswa yang dipadukan dengan pemanfaatan Alat Peraga Edukatif (APE) hasil pengembangan masing-masing KKG dari pelatihan sebelumnya.

Karno, guru SD Negeri 2 Panggangsari, Kecamatan Losari, menyampaikan harapannya agar pelatihan ini memberikan dampak nyata di sekolah.

“Harapannya ke depan, pelatihan atau workshop seperti ini dapat terus dilakukan untuk meningkatkan kompetensi guru, khususnya dalam membekali kapasitas guru meningkatkan kemampuan membaca murid,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, setiap KKG menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) untuk mendiseminasikan praktik baik di tingkat kecamatan serta menyusun mekanisme pencatatan peningkatan kemampuan membaca siswa secara berkala.

Langkah ini diharapkan dapat memastikan pendampingan belajar dilakukan secara berkelanjutan.

Melalui lokakarya ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon dan INOVASI berharap para guru semakin percaya diri dan terampil dalam meningkatkan keterampilan dasar membaca siswa.

Upaya ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem pendidikan di bidang literasi, agar setiap anak memperoleh kesempatan belajar sesuai dengan kebutuhan dan tingkat kemampuannya. (Ara)

Disperdagin Kabupaten Cirebon Gelar Bazar Murah Jelang Ramadan 2026

 

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) menggelar bazar murah menjelang Ramadan 2026.

Kegiatan ini digelar di depan kantor Disperdagin, Jalan Sunan Kalijaga, Kecamatan Sumber, Kamis (12/2/2026).

Bazar murah ini menyediakan berbagai kebutuhan pokok masyarakat dengan harga di bawah pasaran. Warga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memenuhi kebutuhan menjelang bulan suci.

Kepala Disperdagin Kabupaten Cirebon, Dadang Raiman mengatakan, bazar murah digelar sebagai upaya membantu masyarakat menyambut Ramadan.

“Bazar ini menjual kebutuhan pokok masyarakat yang memang harganya di bawah harga pasaran. Mudah-mudahan ini bermanfaat untuk warga masyarakat,” ujar Dadang.

Ia menjelaskan, pelaksanaan bazar di halaman kantor Disperdagin diharapkan memberi kemudahan akses bagi warga di Kecamatan Sumber dan sekitarnya.

“Karena ini dilaksanakan di kantor Disperdagin, mudah-mudahan masyarakat di Kecamatan Sumber dan sekitarnya merasakan manfaatnya dan masyarakat siap menyambut bulan suci Ramadan,” katanya.

Dadang menambahkan, untuk sementara kegiatan bazar murah baru dijadwalkan satu kali pada awal Ramadan. Namun, pihaknya berencana kembali menggelar kegiatan serupa menjelang Lebaran.

“Tempatnya (lokus) masih kita komunikasikan. Tentunya lokus bazar murah ini disesuaikan dengan kebutuhan,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pelaku usaha yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, harga sembako yang dijual dalam bazar mengikuti harga dari distributor. (din)

Munggahan Penuh Kehangatan, Warga RW 05 Kecomberan Sambut Ramadan dengan Silaturahmi

Habib Ahmad Zaki bin Seggaf AlKaff


KAB CIREBON, FC — Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti Masjid Al Muhajirin, Sumber Asri RW 05, Desa Kecomberan, Kabupaten Cirebon, Jumat (13/2/2026).

Usai menunaikan shalat Jumat, jamaah dan warga sekitar tampak antusias mengikuti kegiatan Munggahan sebagai penanda menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

Sejak siang hari, masjid dipenuhi oleh jamaah dari berbagai kalangan. Senyum, sapa, dan saling berjabat tangan menjadi pemandangan yang menghangatkan hati. Tradisi Munggahan yang digelar rutin ini terasa semakin bermakna karena menjadi ruang berkumpul, berbagi, dan saling memaafkan sebelum memasuki bulan penuh ampunan.

Ketua DKM Al Muhajirin, Ustadz Gaos Asyari, menegaskan bahwa Munggahan bukan sekadar seremonial. “Kegiatan ini bertujuan menyambut bulan suci Ramadan, merawat tradisi yang baik, mempererat silaturahmi, serta membuka pintu saling memaafkan antarsesama,” ujarnya.

Ia berharap kebersamaan ini menjadi bekal spiritual bagi jamaah dalam menjalani ibadah Ramadan dengan hati yang bersih. Rangkaian Munggahan semakin khusyuk dengan tausyiah yang disampaikan oleh Habib Ahmad Zaki bin Seggaf Al Kaff. 

Dalam pesannya, Habib Ahmad Zaki mengajak jamaah menyiapkan diri lahir dan batin, memperbanyak amal kebaikan, serta menjaga persaudaraan agar Ramadan menjadi momentum perubahan menuju pribadi yang lebih baik. Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah sederhana.

Kebersamaan yang terjalin mencerminkan kuatnya nilai gotong royong dan kekeluargaan warga RW 05. Munggahan di Masjid Al Muhajirin pun menjadi pengingat bahwa menyambut Ramadan bukan hanya tentang persiapan ibadah, tetapi juga merawat persaudaraan dan menebar kebaikan.

Hal senada disampaikan Ketua RW 05 Sumber Asri, Didi Supariyadi bahwa kegiatan Munggahan ini sebagai wujud syukur atas limpahan keberkahan, baik umur, kesehatan maupun rizki yang Allah limpahkan kepada kita semua.

Termasuk kegiatan ini, lanjut Didi, untuk merawat ukhuwah di antara kita, serta menyambung dan mengikat tali silaturrahmi dengan para warga dan jamaah masjid serta untuk saling bermaafan maafkan, mengingat pintu Rahmat akan dibuka untuk kita semua apabila kita bisa saling bermaafan sebelum ramadhan tiba.  

Ketua RW 05 juga mengucapkan terimakasih kepada ibu ibu dan seluruh warga yang sudah menghadiri dan mensukseskan acara Munggahan ini. (din)

Kamis, 12 Februari 2026

Diskominfo Kabupaten Cirebon Gelar Bimtek SID, Dorong Digitalisasi Layanan Desa

 

KABUPATEN CIREBON — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Cirebon menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Informasi Desa (SID) di Aula Diskominfo, Kamis (12/2/2026).

Bimtek ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut Peraturan Bupati Cirebon Nomor 38 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), khususnya dalam penerapan sistem informasi desa guna mendukung pelayanan administrasi yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel.

Kegiatan diikuti oleh 30 desa dari empat kecamatan, yakni Kecamatan Astanajapura, Palimanan, Gegesik, dan Susukan.

Setiap desa mengikuti pelatihan dengan metode praktik langsung penggunaan aplikasi Sistem Informasi Desa.

Kepala Diskominfo Kabupaten Cirebon, Bambang Sudaryanto menyampaikan, pemanfaatan Sistem Informasi Desa merupakan langkah strategis dalam mendorong transformasi digital di tingkat desa.

“Dengan optimalisasi Sistem Informasi Desa, diharapkan pelayanan administrasi kepada masyarakat dapat dilakukan secara lebih cepat, tertib, dan terdokumentasi dengan baik,” ujar Bambang.

Diskominfo menargetkan pada tahun 2026 seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Cirebon akan memiliki dan mengimplementasikan Sistem Informasi Desa (SID) sebagai bagian dari percepatan digitalisasi pemerintahan desa.

“Diharapkan tahun 2026 ini, semua desa dan kelurahan di Kabupaten Cirebon akan memiliki dan mengimplementasikan Sistem Informasi Desa (SID),” pungkasnya.

Melalui bimtek ini, peserta memperoleh pemahaman teknis mengenai pengelolaan data desa, pelayanan administrasi berbasis digital, serta penguatan kapasitas operator desa dalam mendukung implementasi SPBE di lingkungan pemerintahan desa.

Diskominfo Kabupaten Cirebon menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pendampingan dan penguatan kapasitas aparatur desa guna mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang modern, efektif, dan berbasis teknologi informasi. (din)