Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 13 Februari 2026

Belajar dari Kabupaten Madiun, Pemkot Cirebon Adopsi Skema KPBU untuk Penerangan Jalan

MADIUN – Pemerintah Kota Cirebon melakukan kunjungan kerja strategis ke Kabupaten Madiun pada Kamis (12/2/2026). Dipimpin langsung Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, kunjungan kerja ini untuk mendalami skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dalam pengadaan Alat Penerangan Jalan (APJ), sebuah terobosan yang dinilai sukses menjadikan Madiun sebagai pelopor penerangan jalan efisien di Indonesia.

Wali Kota menyatakan bahwa langkah studi tiru ini merupakan upaya serius pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan warga. Menurutnya, keterbatasan APBD tidak boleh menjadi penghambat bagi pelayanan publik. Dengan mempelajari keberhasilan Madiun yang telah memulai skema KPBU sejak September 2022, Kota Cirebon optimistis bisa menghadirkan cahaya di setiap sudut jalan tanpa membebani keuangan daerah secara drastis.

“Kami datang ke sini untuk belajar, Kabupaten Madiun adalah yang pertama di Indonesia yang sukses mengeksekusi proses KPBU APJ ini. Semangatnya adalah kolaborasi, sebagaimana arahan Bapak Presiden agar kepala daerah saling bahu-membahu dan menolong dalam membangun wilayahnya,” ujar Wali Kota

Wali Kota memboyong jajaran lengkap jajaran perangkat daerah, mulai dari Pj Sekda, Dishub, Bappelitbangda, hingga unsur Inspektorat. Hal ini dilakukan agar pemahaman mengenai aspek hukum, keuangan, dan teknis infrastruktur dapat diserap secara menyeluruh oleh seluruh pemangku kepentingan.

Selain masalah lampu jalan, Pemkot Cirebon juga menunjukkan ketertarikan untuk mengadopsi sistem serupa pada sektor pengelolaan sampah dan infrastruktur lainnya. Wali Kota berharap, sinergi antara eksekutif dan legislatif setelah dari Madiun dapat segera membuahkan progres nyata. “Matur suwun atas sambutan hangat Bapak Bupati Madiun. Kami ingin apa yang dihasilkan dari sini segera dieksekusi, kalau bisa tahun ini juga sudah ada progres signifikan untuk Kota Cirebon,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menyambut baik niat tulus jajaran Pemerintah Kota Cirebon. Ia memaparkan bahwa hingga saat ini, kolaborasi dengan badan usaha telah mencakup 7.459 titik lampu. Hasilnya pun sangat terasa pada efisiensi anggaran, biaya operasional listrik yang semula mencapai Rp13–14 miliar per tahun, kini terpangkas hingga 50 persen menjadi hanya Rp6–7 miliar berkat penggunaan teknologi LED.

“Selain efisiensi fiskal, skema ini memberikan jaminan kualitas layanan selama 10 tahun. Pihak swasta wajib memastikan lampu menyala, dan jika ada kerusakan, harus diperbaiki maksimal dalam waktu 24 jam. Ini adalah bentuk kepastian layanan bagi masyarakat,” jelas Hari.

Lebih lanjut, Hari menekankan bahwa dampak dari jalanan yang terang benderang merembet ke sektor ekonomi dan keamanan. Ia menceritakan bagaimana geliat ekonomi malam hari meningkat karena pedagang merasa aman berjualan hingga pukul 21.00 WIB, yang sebelumnya hanya sampai sore hari. Kondisi wilayah yang terang dan kondusif secara otomatis meningkatkan daya tarik bagi para investor.

“Investor itu butuh keamanan. Murah saja tidak cukup kalau tidak aman. Dengan terciptanya kondisi wilayah yang terang benderang, risiko gangguan keamanan berkurang dan iklim investasi pun tumbuh positif. Inilah yang kami tawarkan melalui komitmen pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat,” tegas Bupati Madiun.

Untuk diketahui, Proyek KPBU APJ Kabupaten Madiun telah diakui secara nasional dengan meraih berbagai penghargaan dari Kementerian Perhubungan, Bappenas, hingga Kementerian PUPR, menjadikannya model percontohan nasional bagi daerah lain yang ingin melakukan percepatan pembangunan infrastruktur secara mandiri dan berkelanjutan. (din)



Tingkatkan Kemampuan Membaca, Pemkab Cirebon dan INOVASI Gelar Lokakarya untuk Guru SD

 

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Pendidikan bersama INOVASI kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan literasi dasar dengan menyelenggarakan Lokakarya Praktik Perencanaan Pembelajaran Berdiferensiasi dan Teaching at the Right Level (TaRL) untuk Kemampuan Membaca bagi guru Sekolah Dasar. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Batiqa Cirebon, Kamis (12/2/2026).

Lokakarya diikuti oleh 24 peserta yang terdiri dari perwakilan guru kelas 1, 2, dan 3 serta Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) dari enam kecamatan, yakni Astanajapura, Gegesik, Losari, Pabedilan, Panguragan, dan Mundu.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh hasil asesmen kemampuan membaca siswa di enam kecamatan tersebut yang menunjukkan adanya variasi tingkat kemampuan dalam satu kelas, mulai dari level pengenalan huruf, suku kata, kata, paragraf, hingga cerita.

Kondisi ini menuntut guru untuk mampu merancang pembelajaran yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan belajar setiap siswa.

Melalui pendekatan Pembelajaran Berdiferensiasi, guru didorong untuk menyesuaikan strategi, proses, serta asesmen pembelajaran berdasarkan karakteristik dan tingkat kemampuan siswa.

Peserta juga diperkenalkan dengan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL), yaitu strategi intervensi pembelajaran membaca yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan aktual siswa, termasuk pemberian dukungan tambahan di luar jam pembelajaran reguler.

Koordinator Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Nano Sutarno, menegaskan pentingnya kolaborasi tersebut dalam memperkuat kapasitas guru.

“Dinas Pendidikan memandang kemitraan bersama INOVASI ini sebagai langkah krusial dalam meningkatkan kompetensi guru sekaligus menguatkan ekosistem pendidikan di Kabupaten Cirebon,” ujar Nano.

Ia berharap para peserta dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh secara konsisten di sekolah masing-masing untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas awal.

Selain itu, peserta juga diharapkan menjadi agen perubahan dengan mendiseminasikan praktik baik kepada rekan sejawat di tingkat sekolah maupun kecamatan.

Lokakarya dirancang secara aplikatif dan berbasis praktik. Peserta melakukan analisis dan revisi RPP, menyusun skenario pembelajaran yang berfokus pada peningkatan kemampuan membaca, hingga melakukan simulasi peer teaching.

Pada sesi penguatan, fasilitator memperkenalkan strategi TaRL berdasarkan level membaca siswa yang dipadukan dengan pemanfaatan Alat Peraga Edukatif (APE) hasil pengembangan masing-masing KKG dari pelatihan sebelumnya.

Karno, guru SD Negeri 2 Panggangsari, Kecamatan Losari, menyampaikan harapannya agar pelatihan ini memberikan dampak nyata di sekolah.

“Harapannya ke depan, pelatihan atau workshop seperti ini dapat terus dilakukan untuk meningkatkan kompetensi guru, khususnya dalam membekali kapasitas guru meningkatkan kemampuan membaca murid,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, setiap KKG menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) untuk mendiseminasikan praktik baik di tingkat kecamatan serta menyusun mekanisme pencatatan peningkatan kemampuan membaca siswa secara berkala.

Langkah ini diharapkan dapat memastikan pendampingan belajar dilakukan secara berkelanjutan.

Melalui lokakarya ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon dan INOVASI berharap para guru semakin percaya diri dan terampil dalam meningkatkan keterampilan dasar membaca siswa.

Upaya ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem pendidikan di bidang literasi, agar setiap anak memperoleh kesempatan belajar sesuai dengan kebutuhan dan tingkat kemampuannya. (Ara)

Disperdagin Kabupaten Cirebon Gelar Bazar Murah Jelang Ramadan 2026

 

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) menggelar bazar murah menjelang Ramadan 2026.

Kegiatan ini digelar di depan kantor Disperdagin, Jalan Sunan Kalijaga, Kecamatan Sumber, Kamis (12/2/2026).

Bazar murah ini menyediakan berbagai kebutuhan pokok masyarakat dengan harga di bawah pasaran. Warga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memenuhi kebutuhan menjelang bulan suci.

Kepala Disperdagin Kabupaten Cirebon, Dadang Raiman mengatakan, bazar murah digelar sebagai upaya membantu masyarakat menyambut Ramadan.

“Bazar ini menjual kebutuhan pokok masyarakat yang memang harganya di bawah harga pasaran. Mudah-mudahan ini bermanfaat untuk warga masyarakat,” ujar Dadang.

Ia menjelaskan, pelaksanaan bazar di halaman kantor Disperdagin diharapkan memberi kemudahan akses bagi warga di Kecamatan Sumber dan sekitarnya.

“Karena ini dilaksanakan di kantor Disperdagin, mudah-mudahan masyarakat di Kecamatan Sumber dan sekitarnya merasakan manfaatnya dan masyarakat siap menyambut bulan suci Ramadan,” katanya.

Dadang menambahkan, untuk sementara kegiatan bazar murah baru dijadwalkan satu kali pada awal Ramadan. Namun, pihaknya berencana kembali menggelar kegiatan serupa menjelang Lebaran.

“Tempatnya (lokus) masih kita komunikasikan. Tentunya lokus bazar murah ini disesuaikan dengan kebutuhan,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pelaku usaha yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, harga sembako yang dijual dalam bazar mengikuti harga dari distributor. (din)

Munggahan Penuh Kehangatan, Warga RW 05 Kecomberan Sambut Ramadan dengan Silaturahmi

Habib Ahmad Zaki bin Seggaf AlKaff


KAB CIREBON, FC — Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti Masjid Al Muhajirin, Sumber Asri RW 05, Desa Kecomberan, Kabupaten Cirebon, Jumat (13/2/2026).

Usai menunaikan shalat Jumat, jamaah dan warga sekitar tampak antusias mengikuti kegiatan Munggahan sebagai penanda menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

Sejak siang hari, masjid dipenuhi oleh jamaah dari berbagai kalangan. Senyum, sapa, dan saling berjabat tangan menjadi pemandangan yang menghangatkan hati. Tradisi Munggahan yang digelar rutin ini terasa semakin bermakna karena menjadi ruang berkumpul, berbagi, dan saling memaafkan sebelum memasuki bulan penuh ampunan.

Ketua DKM Al Muhajirin, Ustadz Gaos Asyari, menegaskan bahwa Munggahan bukan sekadar seremonial. “Kegiatan ini bertujuan menyambut bulan suci Ramadan, merawat tradisi yang baik, mempererat silaturahmi, serta membuka pintu saling memaafkan antarsesama,” ujarnya.

Ia berharap kebersamaan ini menjadi bekal spiritual bagi jamaah dalam menjalani ibadah Ramadan dengan hati yang bersih. Rangkaian Munggahan semakin khusyuk dengan tausyiah yang disampaikan oleh Habib Ahmad Zaki bin Seggaf Al Kaff. 

Dalam pesannya, Habib Ahmad Zaki mengajak jamaah menyiapkan diri lahir dan batin, memperbanyak amal kebaikan, serta menjaga persaudaraan agar Ramadan menjadi momentum perubahan menuju pribadi yang lebih baik. Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah sederhana.

Kebersamaan yang terjalin mencerminkan kuatnya nilai gotong royong dan kekeluargaan warga RW 05. Munggahan di Masjid Al Muhajirin pun menjadi pengingat bahwa menyambut Ramadan bukan hanya tentang persiapan ibadah, tetapi juga merawat persaudaraan dan menebar kebaikan.

Hal senada disampaikan Ketua RW 05 Sumber Asri, Didi Supariyadi bahwa kegiatan Munggahan ini sebagai wujud syukur atas limpahan keberkahan, baik umur, kesehatan maupun rizki yang Allah limpahkan kepada kita semua.

Termasuk kegiatan ini, lanjut Didi, untuk merawat ukhuwah di antara kita, serta menyambung dan mengikat tali silaturrahmi dengan para warga dan jamaah masjid serta untuk saling bermaafan maafkan, mengingat pintu Rahmat akan dibuka untuk kita semua apabila kita bisa saling bermaafan sebelum ramadhan tiba.  

Ketua RW 05 juga mengucapkan terimakasih kepada ibu ibu dan seluruh warga yang sudah menghadiri dan mensukseskan acara Munggahan ini. (din)

Kamis, 12 Februari 2026

Diskominfo Kabupaten Cirebon Gelar Bimtek SID, Dorong Digitalisasi Layanan Desa

 

KABUPATEN CIREBON — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Cirebon menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Informasi Desa (SID) di Aula Diskominfo, Kamis (12/2/2026).

Bimtek ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut Peraturan Bupati Cirebon Nomor 38 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), khususnya dalam penerapan sistem informasi desa guna mendukung pelayanan administrasi yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel.

Kegiatan diikuti oleh 30 desa dari empat kecamatan, yakni Kecamatan Astanajapura, Palimanan, Gegesik, dan Susukan.

Setiap desa mengikuti pelatihan dengan metode praktik langsung penggunaan aplikasi Sistem Informasi Desa.

Kepala Diskominfo Kabupaten Cirebon, Bambang Sudaryanto menyampaikan, pemanfaatan Sistem Informasi Desa merupakan langkah strategis dalam mendorong transformasi digital di tingkat desa.

“Dengan optimalisasi Sistem Informasi Desa, diharapkan pelayanan administrasi kepada masyarakat dapat dilakukan secara lebih cepat, tertib, dan terdokumentasi dengan baik,” ujar Bambang.

Diskominfo menargetkan pada tahun 2026 seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Cirebon akan memiliki dan mengimplementasikan Sistem Informasi Desa (SID) sebagai bagian dari percepatan digitalisasi pemerintahan desa.

“Diharapkan tahun 2026 ini, semua desa dan kelurahan di Kabupaten Cirebon akan memiliki dan mengimplementasikan Sistem Informasi Desa (SID),” pungkasnya.

Melalui bimtek ini, peserta memperoleh pemahaman teknis mengenai pengelolaan data desa, pelayanan administrasi berbasis digital, serta penguatan kapasitas operator desa dalam mendukung implementasi SPBE di lingkungan pemerintahan desa.

Diskominfo Kabupaten Cirebon menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pendampingan dan penguatan kapasitas aparatur desa guna mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang modern, efektif, dan berbasis teknologi informasi. (din)




Terima Kunjungan Komisi VIII DPR RI, Pemkot Cirebon Pastikan Siswa Sekolah Rakyat Cerdas Akademis dan Terlindungi Sosial

CIREBON – Pendidikan bagi anak-anak yang memiliki latar belakang ekonomi sulit tidak bisa hanya diselesaikan di dalam ruang kelas. Menyadari hal tersebut, Pemerintah Kota Cirebon mengambil langkah progresif dengan tidak hanya memberikan kurikulum akademis, tetapi juga perlindungan sosial yang melekat melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 yang berlokasi di SMPN 18 Kota Cirebon.

Komitmen ini ditegaskan saat menerima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI ke Kota Cirebon, Kamis (12/2/2026). Pemkot Cirebon ingin memastikan bahwa anak-anak dari keluarga tidak mampu memiliki "rumah kedua" yang menjamin masa depan mereka. Program ini menjadi jawaban atas keresahan mengenai anak putus sekolah yang seringkali terbentur masalah non-teknis di luar sekolah.

Asisten Administrasi Umum Setda Kota Cirebon, M. Arif Kurniawan, yang hadir mewakili Wali Kota Cirebon Effendi Edo, menyampaikan bahwa SRT adalah bentuk kehadiran nyata negara di tengah masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.

"Melalui program ini, kami mengintegrasikan layanan pendidikan dengan dukungan sosial agar anak-anak didik tidak hanya cerdas secara akademis, namun juga terlindungi secara sosial. Kami ingin mereka merasa aman saat belajar karena kebutuhan dasar dan perlindungannya sudah diperhatikan oleh sistem," ujar Arif.

Arif tidak menampik bahwa perjalanan SRT masih menemui banyak tantangan di lapangan. Ia berharap kunjungan legislatif pusat ini bisa membawa angin segar bagi keberlanjutan program, terutama terkait pembenahan sarana prasarana serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pengelolanya.

Kunjungan kerja spesifik ini juga dilanjutkan dengan diskusi mendalam mengenai pemetaan kondisi objektif di lapangan. Pemerintah Kota Cirebon berharap aspirasi yang disampaikan, mulai dari kendala teknis hingga kebutuhan anggaran, dapat menjadi bahan pertimbangan Komisi VIII DPR RI dalam fungsi pengawasan maupun penganggaran di tingkat pusat.

"Langkah ini menjadi bukti bahwa kami tidak ingin sekadar mencetak lulusan yang pintar di atas kertas, melainkan membangun generasi yang tangguh karena didukung oleh sistem sosial yang sehat dan inklusif," harap Arif.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi (Pusdiklatbangprof) Kementerian Sosial RI, Aprizon Tanjung, yang turut mendampingi kunjungan tersebut memberikan apresiasi atas jalannya SRT di Kota Cirebon yang sudah memasuki bulan kedelapan. Menurutnya, konsistensi Kota Cirebon menjadi catatan penting bagi kebijakan nasional ke depan.

Aprizon mengungkapkan bahwa Presiden memberikan arahan agar setiap Kabupaten/Kota memiliki satu Sekolah Rakyat yang permanen. 

"Targetnya, satu Sekolah Rakyat nantinya akan dihuni oleh 1.080 orang, mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA secara bertahap. Di sini sudah ada SD dan SMP, maka tahun ajaran baru nanti harapannya jenjang SMA sudah mulai tersedia," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Kemensos saat ini sedang menggodok skema pelaksanaan untuk tahun ajaran 2026-2027 bersama pihak terkait, termasuk Ombudsman. 

"Hal ini dilakukan agar pola sekolah terintegrasi yang diterapkan di Kota Cirebon bisa memiliki dasar regulasi dan penganggaran yang kuat sehingga bisa direplikasi di daerah lain dengan standar yang sama," pungkasnya. 



Rabu, 11 Februari 2026

Wali Kota Dorong Pramuka Kota Cirebon Jadi Benteng Karakter dan Pionir Digital

CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon secara resmi menggelar pelantikan Pengurus Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Cirebon masa bakti 2025-2030 di Balai Kota, Rabu (11/2/2026). Prosesi ini menandai babak baru penguatan gerakan Pramuka Kota Cirebon  untuk lima tahun ke depan.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, yang kini resmi menjabat sebagai Ketua Mabicab mengatakan bahwa momentum ini bukan sekadar rutinitas birokrasi atau seremonial. Bagi Wali Kota, pelantikan ini adalah janji suci untuk mencetak generasi unggul yang siap menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks. Dengan semangat ‘Pancawaluya... Ngajati Diri’, Wali Kota menilai, Pramuka punya tanggung jawab besar agar bermanfaat untuk masyarakat.

"Pelantikan ini adalah peneguhan komitmen kolektif kita untuk membangun fondasi sumber daya manusia yang mumpuni di Kota Cirebon," ujarnya.

Wali Kota menyadari bahwa dunia saat ini berubah dengan kecepatan yang sulit diprediksi. Ia mengingatkan agar Pramuka tidak hanya menjadi penonton di pinggir jalan perubahan. Transformasi digital melalui konsep Pramuka New Generation agar organisasi ini tetap relevan di mata Generasi Z dan Alpha.

"Kwarcab harus mampu merumuskan pola pembinaan yang inovatif. Kita ingin gadget di tangan adik-adik kita bukan sekadar alat hiburan, melainkan sarana produktif untuk menyebarkan kebaikan. Pramuka harus menjadi ruang ekspresi kreatif yang paling menarik bagi mereka," tambahnya.

Selain isu digital, Wali Kota juga menitikberatkan pada gerakan Green Scout. Ia berharap anggota Pramuka berdiri di garda terdepan dalam aksi lingkungan hidup, mulai dari edukasi sampah di rumah tangga hingga penghijauan kota. Menurutnya, Pramuka harus menjadi simbol gaya hidup ramah lingkungan bagi seluruh warga Cirebon.

Tak kalah penting, Wali Kota menyinggung peran Pramuka sebagai solusi sosial. Di tengah ancaman dekadensi moral dan kenakalan remaja, Pramuka diharapkan menjadi benteng karakter yang kokoh. Program kerja ke depan diminta tidak hanya berkutat di lingkungan sekolah, tetapi harus menyentuh persoalan riil di tengah masyarakat.

"Sebagai Ketua Mabicab, saya memberikan dukungan penuh. Saya minta sinergi antara Satuan Karya (SAKA) dan Gugus Depan diperkuat. Jangan ada sekat birokrasi. Manfaatkan potensi OPD yang ada di struktur Mabicab untuk mengakselerasi program kerja. Mari kita buktikan dengan kerja nyata demi kemajuan daerah yang kita cintai," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Barat, Herman Suryatman, yang hadir langsung melantik jajaran pengurus, memberikan arahan yang membakar semangat. Dalam pidatonya, Herman menekankan bahwa setiap anggota Pramuka wajib memiliki mentalitas petarung yang tangguh dan tak kenal menyerah.

"Anggota Pramuka itu identik dengan sosok petarung. Sabubukna, jangan hanya bergerak karena adanya SK, sebab itu cuma urusan administrasi. Jadikan pengabdian ini sebagai panggilan patriotik dari dalam jiwa," ungkap Herman.

Herman juga memberikan refleksi sejarah tentang arti perjuangan. Jika dulu para pahlawan berjuang antara merdeka atau mati, maka tantangan generasi masa kini adalah memilih antara maju atau tertinggal. Ia meminta Pramuka Jawa Barat, khususnya di Kota Cirebon, untuk fokus pada tiga misi utama: penguatan SDM, penguatan organisasi, serta pengembangan inovasi.

"Tugas kita sekarang bukan lagi merebut kemerdekaan, tapi mengisinya dengan kemajuan. Saya instruksikan kepada Ketua Kwarcab untuk langsung tancap gas. Jangan pakai lama. Rasa takut itu manusiawi, tapi kita tidak boleh sampai dikuasai ketakutan hingga diam di tempat. Segera bergerak dan implementasikan nilai-nilai kepramukaan di lapangan," pungkas Herman. (din)



Sinergi Lintas Sektor, Pemkab Cirebon Tegaskan Dukungan bagi Kemandirian Penyandang Disabilitas


KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon menerima Joint Monitoring Visit atau kunjungan lapangan pemantauan bersama Program INKLUSI yang digelar di Aula Dudika Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon, Selasa (10/2/2026).

Kegiatan ini dihadiri perwakilan Bappenas, Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB) Indonesia, perwakilan perusahaan dan dunia industri, perangkat daerah terkait, serta pengurus Forum Komunikasi Disabilitas Cirebon (FKDC).

Kunjungan ini bertujuan memantau implementasi kebijakan dan praktik ketenagakerjaan inklusif di Kabupaten Cirebon.

Bupati Cirebon, Imron, dalam sambutannya yang disampaikan oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Neneng Hasanah, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kebijakan dan regulasi yang mendukung ketenagakerjaan inklusif.

“Pemerintah Kabupaten Cirebon berkomitmen untuk memperkuat kebijakan dan regulasi daerah yang mendukung ketenagakerjaan inklusif, namun dukungan dari pihak swasta dalam menyediakan lapangan kerja yang inklusif serta penerimaan terbuka dari masyarakat luas adalah kunci utamanya,” ujar Neneng.

Ia berharap, melalui kerja sama lintas sektor, Kabupaten Cirebon dapat bertransformasi menjadi daerah yang ramah, bermartabat, dan memberikan ruang seluas-luasnya bagi kemandirian penyandang disabilitas.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto menjelaskan, komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan Unit Layanan Disabilitas (ULD) Ketenagakerjaan.

Hingga Januari 2026, tercatat sebanyak 871 tenaga kerja penyandang disabilitas telah bekerja di berbagai perusahaan di Kabupaten Cirebon.

“Per Januari 2026, tercatat sebanyak 871 tenaga kerja penyandang disabilitas telah bekerja, dengan komposisi 608 laki-laki dan 244 perempuan,” ungkap Novi.

“Mayoritas berada pada usia produktif 18 hingga 30 tahun, yaitu sebanyak 699 orang,” jelasnya.

Ia menambahkan, sepanjang 2024 hingga 2025, puluhan penyandang disabilitas juga telah mengikuti berbagai pelatihan keterampilan, antara lain pembuatan suvenir dan pemasaran digital, sebagai upaya peningkatan kompetensi dan daya saing di dunia kerja.

Sementara itu, Sekretaris Pertama GEDSI Kedutaan Besar Australia (DFAT), Elena Martin Avilla, menyampaikan bahwa kemitraan Australia dan Indonesia melalui Program INKLUSI bertujuan memastikan kesetaraan hak penyandang disabilitas benar-benar terwujud dalam praktik di lapangan.

“Kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Australia melalui Program INKLUSI bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang memberikan kesempatan setara bagi semua orang,” ujar Elena.

Perwakilan SIGAB Indonesia, M. Joni Yulianto, mengapresiasi kemajuan Kabupaten Cirebon yang dinilai berhasil mengintegrasikan aspirasi kelompok disabilitas melalui mekanisme Musrenbang Tematik dalam proses perencanaan pembangunan daerah.

“Kami sangat mengapresiasi kepada pemerintah kabupaten Cirebon yang telah menyelenggarakan Musrenbang Tematik untuk rekan-rekan penyandang disabilitas,” tutur Joni.

“Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif,” katanya.

Kegiatan Joint Monitoring Visit kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke perusahaan di Kabupaten Cirebon yang telah mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas sebagai bagian dari praktik nyata ketenagakerjaan inklusif. (din)









Bupati Imron Ajak Warga Jaga Pantai Gebang Lewat Aksi Bersih-bersih

 

KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon Imron mengajak seluruh masyarakat untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan, khususnya kawasan pesisir, melalui aksi bersih-bersih pantai yang digelar secara serentak di Pantai Baro, Desa Gebang Mekar, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Selasa (10/2/2026).

Imron mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dengan unsur Forkopimda, TNI, Polri, serta elemen masyarakat dalam rangka mewujudkan lingkungan yang bersih dan asri.

“Pada hari ini kami dari pemerintah daerah bersama Forkopimda, TNI, Polri, kejaksaan, pengadilan, hingga unsur kecamatan melaksanakan bersih-bersih pantai di Gebang,” ujar Imron saat ditemui di sela kegiatan.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia terkait Gerakan Indonesia Asri, yang menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Menurut Imron, persoalan sampah di kawasan pantai sebagian besar berasal dari aktivitas masyarakat yang belum sepenuhnya membuang sampah pada tempatnya, sehingga terbawa aliran sungai dan menumpuk di pesisir laut.

“Kalau kita amati, sampah ini berasal dari masyarakat yang membuang sampah ke sungai. Ketika banjir, sampah itu terbawa dan akhirnya berkumpul di pantai,” katanya.

Ia berharap aksi bersih-bersih tersebut tidak hanya bersifat seremonial, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan yang dimulai dari lingkungan desa hingga kawasan pesisir.

Imron juga meminta peran aktif aparatur desa dan tokoh masyarakat untuk membina warga agar lebih disiplin dalam mengelola sampah serta menyediakan tempat pembuangan sampah yang memadai di setiap desa.

“Kita ingin kebersihan itu dimulai dari desa. Kalau desa bersih, maka sungai bersih, dan pantai pun akan bersih,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Imron menyampaikan apresiasi kepada Kodim 0620/Kabupaten Cirebon yang mempelopori kegiatan tersebut dengan mengerahkan personel lintas instansi.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk TNI, Polri, Forkopimda, serta masyarakat yang turut berpartisipasi langsung dalam aksi tersebut.

Sementara itu, Komandan Kodim 0620/Kabupaten Cirebon, Letkol Inf Nizar Bachtiar mengatakan, kegiatan bersih-bersih pantai tersebut melibatkan sekitar 300 orang dari berbagai unsur.

“Kurang lebih hari ini ada 300 personel yang terlibat, mulai dari TNI, Polri, Forkopimda, pelajar, hingga masyarakat sekitar,” kata Nizar.

Ia menyebutkan, pembersihan difokuskan pada area pantai sepanjang kurang lebih dua kilometer, dengan volume sampah yang cukup besar dan didominasi oleh sampah plastik.

Menurutnya, mengingat banyaknya tumpukan sampah, kegiatan tersebut tidak dapat diselesaikan dalam satu hari dan akan dilanjutkan secara bertahap.

“Kami targetkan kegiatan ini berkelanjutan sampai tumpukan sampah di kawasan pantai ini benar-benar selesai dibersihkan,” ujarnya.

Nizar menambahkan apabila diperlukan, ke depan, pihaknya akan menggunakan alat berat untuk menangani tumpukan sampah dengan volume besar agar proses pembersihan berjalan lebih optimal. (din)